Menyambut pembelajaran tatap muka (PTM), Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menggelar Deklarasi Satgas Covid-19 Laskar Tangguh, Senin (10/1/22). 

Deklarasi yang digelar di hall lantai 4 secara hybrid ini dihadiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Kota Surabaya, komite Sekolah, dan tim inovasi pengembangan sekolah. 

Kegiatan ini meliputi pemutaran video protokol kesehatan (prokes) sekolah, penyematan rompi dan topi laskar tangguh, pembacaan deklarasi, dan senam gerakan protokol kesehatan. Petugas Laskar Tangguh ini terdiri dari guru serta siswa kelas VI, V, dan VI.

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Suyono SSi bersyukur sekolahnya hari ini kita bisa melaksanakan deklarasi Laskar Tangguh. 

“Deklarasi ini sebagai bentuk untuk mengawali kegiatan PTM yang mulai dilakukan di sekolah kita”, katanya.

Ia menambahkan, semoga dengan adanya Laskar Tangguh ini kedisiplinan warga sekolah dalam menegakkan prokes baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat dapat berjalan dengan baik. 

“Tentunya untuk menjaga prokes ini adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya yang bertugas sebagai Laskar Tangguh namun kita semua baik pendidik, tenaga kependidikan, orangtua, dan masyarakat”, tambahnya.

Ia berharap, semoga PTM di sekolah ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Tentunya berkat dukungan kita semua dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan prokes yang menjadi syarat utama dalam melaksanakan PTM”, jelasnya.

“Sekali lagi kami ucapkan selamat bertugas untuk Laskar Tangguh Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya. Semoga sukses”, tutupnya.

Kawal Disiplin Prokes

Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah Heru Tjahyono, mengatakan, kegiatan ini dibentuk untuk pencegahan covid-19 khususnya dan menjaga kesehatan pada umumnya yaitu disiplin protokol kesehatan. 

“Jadi ketika siswa datang ke sekolah sudah ada petugas Laskar Tangguh yang menyambut dan mengarahkan untuk tes suhu tubuh, cuci tangan, diingatkan untuk senantiasa bermasker yang baik dan benar dan menjaga jarak. Ketika masuk kelas pun ada petugas laskar tangguh yang bertugas untuk mengarahka duduk satu persatu dan tidak bergerombol”, katanya. 

Ia menambahkan, kegiatan ini juga memotivasi anak-anak ketika sudah disiplin prokes, nantinya bisa berlanjut ke pembelajaran luar sekolah (outdoor). 

“Alhamdulillah ketika ada Laskar Tangguh dan standard operating orocedure (SOP) juga sudah dibuat, orang tua siswa sudah memahami dan partisipasinya juga luar biasa”, katanya. 

Almira Adiva Syakila Huda, siswa kelas VI yang menjadi petugas Laskar Tangguh merasa bangga telah terpilih manjadi laskar ini.

“Jadi tugas dari Laskar Tangguh ini yaitu mengingatkan teman-teman dan semua yang ada di sekolah untuk selalu menjaga prokes,” katanya.  (Riska Oktaviana)

Shares: