Surabaya, SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya menyelenggarakan pengajian rutin setiap Rabu pagi yang diikuti oleh seluruh guru dan karyawan, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan untuk memperkuat pemahaman akidah serta ideologi Muhammadiyah di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pemateri KH. Nadjih Ihsan, seorang mubaligh senior yang aktif berdakwah di berbagai wilayah Jawa Timur. Ia menyampaikan kajian bertema “Tawasul dalam Tauhid” yang menitikberatkan pada pemahaman tawasul sesuai tuntunan syariat Islam.
Dalam pemaparannya, Nadjih Ihsan menjelaskan bahwa tawasul merupakan upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui jalan-jalan yang dibenarkan dalam agama. Konsep ini, menurutnya, memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an dan hadis, salah satunya terdapat dalam Surat Al-Maidah ayat 35.
Ia menekankan bahwa bentuk tawasul yang benar adalah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Beberapa di antaranya melalui amal ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, serta berbakti kepada orang tua.
Selain itu, tawasul juga dapat dilakukan dengan memperkuat tauhid kepada Allah, menyebut nama-nama Allah (Asmaul Husna), menjauhi perbuatan maksiat, mempertebal keimanan, serta meminta doa dari orang-orang saleh yang masih hidup.
Dalam kajian tersebut juga disinggung kisah Umar bin Khattab yang pernah memohon hujan dengan bertawasul melalui Rasulullah SAW saat beliau masih hidup, kemudian dilanjutkan melalui Abbas bin Abdul Muthalib setelah Rasulullah wafat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa praktik tawasul kepada orang yang telah meninggal dunia atau dengan menyandarkan pada kemuliaan tertentu tanpa dasar yang jelas dalam syariat tidak memiliki landasan dari praktik para sahabat.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Misbach Noehruddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan internal sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa guru dan karyawan memiliki pemahaman keagamaan yang benar dan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah, sehingga bisa menjadi teladan bagi siswa,” ujarnya.
Pengajian berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh perhatian dari peserta, yang juga aktif mengikuti jalannya kajian hingga selesai. (MK)




