NGAGELMU.ID – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) Dr H Sholihin Fanani, SAg, M PSDM menjadi pemateri ketiga pada Baitul Arqam PCM Ngagel pada Sabtu, (15/03/2025). Materi yang disampaikan terkait mengaplikasikan akhlak nabi dalam kehidupan sehari – hari.
Mengawali Paparannya Kyai Sholichin menukil QS Ahzab ayat 21. Sungguh pada diri (rasulullah) benar benar ada suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta banyak mengingat Allah.
“Nilai keimanan dan keislaman seseorang yang paling tinggi terletak pada akhlaknya, akhlak sesorang baik tergantung hatinya,” ungkapnya
Selanjutnya beliau menegaskan bahwa setiap anggota muhammadiyah bisa menjadi contoh teladan dalam kehidupan pribadi, keluarga. Bertetangga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Suri tauladan yang baik terletak pada akhlak dan akhlak tertinggi adalah ketika kita bisa menjaga perasaan orang lain, dan sebagai guru karyawan mempunyai posisi sangat rawan, seperti contohnya, meremahkan siswa, guru,” tegasnya.
Beliau menjelaskan, warga muhammadiyah harus mengikuti 3 akhlak nabi yaitu qauliyah (ucapan), Fi’liyah (perbuatan), dan taqririyah (ketetapan) selain itu juga mengaplikasikan 4 akhlak utama nabi yaitu shidiq, amanah, tabligh dan Fathonah.
Guru dan tenaga kependidikan yang bekerja di Amal Usaha muhammadiyah harus mempunyai 5 karakter. Karakter yang pertama adalah ulama, apa maksudnya semua guru dan tenaga kependisikan harus memahami agama.
Yang kedua adalah Zuama yaitu memiliki jiwa kepemimpinan, sebagai seorang pemimpin harus sip, apalagi ketika mengambil keputusan. Selanjutnya adalah Auliya yang artinya pemimpin yang menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.
Yang keempat adalah ambiya yaitu bisa memberikan pencerahan, memberi peringatan dan yang terakhira adalah Aghniya yaitu kaya yang di cirikan suka memberi.

Pada sesi ini beliau juga menjelaskan bahwa akhlak bisa menentukan nasib. “Apa yang saat ini anda semua peroleh adalah hasil dari sikap dan perilaku dari masa lalu,” tegasnya
Menurutnya akhlak menentukan nasibnya karena berasal dari pikiran, menjadi ucapan lalu tindakan selanjutnya menjadi kebiasaan dan bisa menjadi karakter yang akhirnya menjadi takdir.oleh karena itu kita harus merubah pola pikir kita menjadi lebih baik.
Lalu bagaimana dengan akhlak yang baik kita bekerja di amal usaha muhammadiyah ada setidaknya 7 cara bekerja di amal usaha Muhammadiyah. Yang pertama adalah imitasi, yang artinya mau belajar. Belajar dari orang orang sekitar, belajar dari banyak sumber.
Yang kedua adalah inovasi yaitu perubahan perubahan ke arah yang lebih baik. Berikutnya adalah suggesti yang artinya dorongan untuk melakukan perubahan jangan sampai kita tidak ada perubahan, tetap itu itu saja.
Yang keempat simpati bagaimana menjadi seorang guru dan karyawan yang mndapat simpati dari rekan kerja. Selanjutnya bekerja di AUM harus bisa bekerja sama, sehebat apapun sepandai apapun kesuksesan acara tidak bisa tercapai tanpa kerja sama.
Kemudian adalah inspirasi. guru karyawan yang bekerja di AUM harus bisa menginspirasi orang orangdi sekitarnya. Yang terakhir adalah prestasi, diharapkan bahwa semua yang bekerja di AUM harus bisa berprestasi.
Sebelum mengakhiri paparannya beliau mnyampaiakan Lima keyakinan yang dipunyai ketika bekerja di AUM. Yang pertama harus yakin bahwa bekerja adalah perintah Allah, bekerja akan ditolong Allah, berikutnya ketika bekerja akan mendapat balasan dari Allah, kemudian bekerja diawasi Allah yang terakhir bahwa semua yang kita kerjakan akan dimintai pertanggung jawaban Allah. (Tanti Puspitorini)