Mengelola Amal Usaha Muhammadiyah Harus Bertauhid yang Lurus

NGAGELMU.ID – Drs. K.H Najih Ihsan, M.Ag menyampaikan materi tentang pemurnian/pelurusan tauhid sebagai dasar pengelolaan amal usaha berlangsung lancar pada acara Baitul Arqam Guru dan Tenaga Kependidikan se PCM Ngagel 2025. Acara bertempat di SMAMDA Tower Surabaya, Sabtu (15/03/25). Diikuti 415 Guru dan tenaga Kependidikan dari Sekolah naungan PCM Ngagel Surabaya.

Kyai Najih menjelaskan Tauhid merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam dan menjadi dasar bagi seluruh kegiatan Muhammadiyah. Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, sebagaimana tercantum dalam Pedoman Hidup Islami (PHI).

Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah dinyatakan bahwa keTuhanan adalah hak Allah SWT semata-mata. BerTuhan, beribadah, serta tunduk dan taat kepada Allah SWT adalah satu-satunya ketentuan yang wajib bagi manusia.

Kyai Najih menjelaskan materi terkait Muhammadiyah dan Tauhid. Pertama, Dasar Ketuhanan, yaitu ke-Tuhanan adalah hak Allah SWT semata-mata. Ber-Tuhan dan beribadah serta tunduk dan taat kepada Allah SWT adalah satu-satunya ketentuan yang wajib terutama bagi manusia (AD/ART Muhammadiyah).

Yang kedua yaitu kewajiban Warga. Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup (PHIWM). Yang ketiga, semangat Organisasi “Syahadat dua melingkar, warna yang hijau berseri membuatku rela hati”→ Sang Surya

Tauhid adalah mengesakan Allah dalam ibadah, yang untuk tujuan itulah Allah menciptakan alam semesta. Ada tiga komponen penting yaitu untuk mewujudkan tauhid diperlukan tiga hal penting: pertama, ilmu (al-‘ilm), karena tidak mungkin mewujudkan sesuatu sebelum mengetahuinya; kedua, keyakinan (al-i’tiqad), karena jika kamu mengetahui tetapi tidak meyakini dan bersikap sombong;
ketiga, ketundukan (al-inqiyad), karena jika kamu mengetahui dan meyakini tetapi tidak tunduk, maka belum mewujudkan tauhid.

Ada beberapa karakter masyarakat berkemajuan. Pertama, berbasis tauhid, masyarakat berkemajuan dibangun di atas fondasi tauhid yang kokoh, menjadikan keesaan Allah sebagai landasan utama dalam setiap aspek kehidupan. Kedua, menghidupkan Ijtihad dan pembaharuan, yang mana masyarakat berkemajuan aktif dalam menghidupkan semangat ijtihad dan pembaharuan, tidak terjebak dalam taklid buta dan selalu berusaha menemukan solusi inovatif.

Ketiga, kembali ke Al-Quran dan Sunnah, masyarakat berkemajuan selalu merujuk pada Al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman hidup, menjadikan keduanya sebagai sumber utama dalam pengambilan keputusan. Keempat, mengembangkan moderasi masyarakat berkemajuan mengembangkan sikap moderat (wasathiyah) dalam beragama, menghindari ekstremisme dan liberalisme yang berlebihan.

KH Ahmad Dahlan mengajarkan pentingnya semangat pembaharuan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam, tidak terjebak dalam tradisionalisme yang kaku. Ada empat tauhid dan kepribadian seorang muslim yaitu pembebasan dari penghambaan, pembentukan kepribadian seimbang, dasar Persaudaraan dan Kesetaraan, sumber Keamanan dan Kekuatan Jiwa.

Sebab-sebab rusaknya tauhid yaitu kebodohan tentang akidah, fanatisme warisan leluhur, taklid buta, berlebihan terhadap wali, dan kelalaian.

Dia menjelaskan perioderisasi perjuangan Rasulullah yaitu ada tiga yaitu tahap tauhid, tahap persaudaraan, dan tahap kemenangan. Pada tahap awal, fokus perjuangan Rasulullah adalah menanamkan akidah tauhid yang benar kepada masyarakat Mekah yang saat itu masih menyembah berhala. Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah membangun persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar, menciptakan ikatan sosial yang kuat berdasarkan iman. Rasulullah mempersiapkan umat Islam secara mental, spiritual, dan fisik untuk menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam menyebarkan Islam.

Puncak perjuangan Rasulullah adalah mewujudkan kemenangan Islam dengan Fathu Makkah (Pembebasan Mekah) dan tersebar luasnya ajaran Islam di Jazirah Arab.

Ada beberapa macam syirik besar yaitu Syirik dalam doa, syirik dalam sifat Allah, syirik dalam ketaatan dan syirik dalam kekuasaan. Syirik dalam doa yaitu berdoa kepada selain Allah seperti para nabi dan wali. Ini merupakan bentuk syirik yang paling jelas karena doa adalah fbadah yang harus ditujukan hanya kepada Allah SWT. Syirik dalam Sifat Allah, keyakinan baliwa para nabi atau wali mengetahui hal gaib, Ini merupakan bentuk menyamakan makhluk dengan sifat Allah yang Maha Mengetahui. Syirik dalam Ketaatan, menaati ulama dan syekh dalam kemaksiatan. Ketaatan mutlak hanya boleh diberikan kepada Allah SWT, sedangkan ketaatan kepada manusia dibatasi selama tidak bertentangan dengan perintah Allah.

Syirik dalam Kekuasaan, keyakinan bahwa sebagian wali memiliki kekuasaan untuk mengatur alam semesta. Ini bertentangan dengan keyakinan baliwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak atas alam semesta.

Konsep tauhid dalam masyarakat berkemajuan: Yakni, Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari paham kesyirikan. Tauhid yang murni berkeyakinan bahwa semua manusia pada hakekatnya adalah makhluk yang mulia. kemudian, Tauhid yang murni memiliki makna pembebasan manusia dari belenggu ketidakadilan. selain itu ada Tauhid yang murni berjuang menyemaikan benih-benih kebenaran dan kebaikan. dan, Tauhid yang murni membawa sikap kritis ketika melihat ketimpangan dan ketidakwajaran.

Kekuatan tauhid yaitu keberanian menyatakan kebenaran tanpa ragu-ragu, keterbukaan menerima kebenaran dari manapun sumbernya, pembebasan dari hawa nafsu (mengendalikan diri), dan penolakan taklid buta (berpikir kritis). “Tauhid itu didahulukan supaya tidak ada kekeliruan” tegasnya. (Pega Mustika)