NGAGELMU.ID – Sebagai seorang muslim kita harus selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan karena kita tidak tahu kapan Allah memanggil kita. Demikian yang disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr. H. Ridlwan, M,Pd. mengawali sambutan pada Baitul Arqam PCM Ngagel, Sabtu, (15/03/2025) di mas mansyur hall lantai 6 smamda tower.
“Saat ini Allah belum memanggil kita, itu artinya Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat, Jika taubat kita diterima maka ketika dipanggil nanti akan dijamin surga,” ungkap Ridlwan.
Lebih lanjut, di hadapan 415 peserta Baitul Arqam, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Surabaya ini menyampaikan empat pesan penting dalam menjalani kehidupan.
Pesan yang pertama adalah menguatkan syahadat.
“Menguatkan syahadat saat ini berbeda dengan perjuangan menguatkan syahadat saat zaman nabi, ungkap,” dosen UM Surabaya ini.
Ia menceritakan bagaimana pejuangan nabi musa mempertahankan syahadat dan asiya istri fir’aun yang mendapat hukuman berat dengan nyawanya.
Menurutnya saat ini godaan menguatkan syahadat adalah kemiskinan, banyak orang miskin yang tidak bisa menguatkan syahadat karena tergoda dicukupi kebutuhannya.
Belum lagi pemuda pemudi yang sangat jatuh cinta kepada laki laki atau perempuan yang berbeda aqidah, yang tidak mampu menguatkan syahadatnya.
Pesan kedua alumni manajemen pendidikan Unesa tahun 2005, Jangan ragu tentang apa yang ditakdirkan atau diberikan Allah kepada kita. Kita harus yakin dengan ketentuan Allah, karena itu adalah yang terbaik.
“Ketika panjenengan ditakdirkan menjadi guru, tenaga pendidikan di SD Kreatif, Mudipat, Spemma ataupun Smamda ya harus di syukuri, diterima, karena ini yang terbaik,” imbuhnya.
Ia menegaskan pada bulan ramadan ini kita harus banyak bersyukur dan senang karena bisa mengikuti Baitul Arqam. Di sini kita meningkatkan keimanan kita. Keimanan akan meningkat karena kita selalu merasa diawasi Allah.
Jika kita merasa selalu diawasi Allah maka kita akan selalu berbuat baik, bekerja dengan bersemangat sebagai guru dan karyawan amal usaha muhammadiyah.
Yang terakhir Pria kelahiran Mojokerto ini berpesan agar kita sebagai umat Islam berkomitmen untuk beramar ma’ruf nahi munkar.
“Kadang-kadang masih terjadi, di persyarikatan ada kemungkaran yang terjadi tetapi dibiarkan saja, tidak ada yang menegur, dibiarkan saja,” katanya.
Hal seperti ini jika dibiarkan kita semua tidak berkomitmen untuk amar maruf nahi munkar. Selain itu jika nanti Allah yang menegur maka teguran yang terjadi akan sangat dahsyat.
Mengakhiri sambutannya, Ayah dari Qaulan Sadida ini berpesan agar seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Mudipat, SD Kreatif, Spemma dan Smamda bisa mengikuti kegiatan Baitul Arqam selama 2 hari dengan baik.
“Semoga Allah mencatat sebagai amal ibadah Bapak Ibu, dan Allah selalu diberikan kesehatan dan kemudahan rezeki,” pungkasnya. (Tanti Puspitorini)