Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saudara ku, memang tidak mudah memiliki menjadi orang yang ikhlas dalam beramal. Apalagi di era teknologi modern seperti sekarang ini. Sedikit-sedikit kita publikasikan apa saja yang kita kerjakan.
Kalau kita tidak berhati-hati menjaga hati dan menjaga jiwa, bisa-bisa kita terjebak menjadi orang yang suka ujub dan riya’ (pamer amal).
Oleh karena itu kita harus konsisten, terus-menerus dan istiqamah menjaga diri dari segala bentuk kesombongan dan pamer amal kebaikan tersebut.
Bagaimana caranya supaya bisa menjadi orang-orang yang ikhlas dalam beramal?
Pertama, kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa tujuan hidup kita ke dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an Surat Adz-Dzariyat Ayat 56, Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia ke dunia ini kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan hidup manusia ke dunia adalah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Oleh karena itu kita harus terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita, baik ibadah yang mahdhah (langsung) maupun yang ghairu mahdhah (ibadah sosial).
Kedua, kita harus yakin bahwa Allah menciptakan manusia ini adalah sebagai Khalifah (pemimpin) di muka bumi yang memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itu manusia harus bisa menjadi contoh dan teladan bagi makhluk lainnya.
Ketiga, dalam menjalankan tugas dan fungsi kita sebagai khalifah, manusia diwajibkan hanya bergantung kepada Allah SWT dalam segala hal yang telah kita perbuat.
Menjadikan hanya Allah sebagai tujuan hidup kita, bukan yang lain.
Keempat, dalam menjalankan tugas sehari-hari kita hanya mengharapkan balasan dari Allah SWT. Kita harus yakin bahwa balasan Allah itu jauh baik dan lebih sempurna dibandingkan dengan balasan dari manusia.
Kelima, jangan mengingat-mengingat kebaikan yang telah kita lakukan. Tetapi pikirkanlah kebaikan apa lagi yang akan kita kerjakan.
Keenam, yakini bahwa kebaikan yang kita lakukan masih sangat sedikit dibandingkan dengan kejelekan-kejelekan yang telah kita perbuat. Sehingga akan disibukkan untuk menambah kebaikan dan kebaikan.
Ketujuh, kita harus selalu melakukan koreksi diri (muhasabah) berapa kejelekan, kekurangan, dan kelemahan diri kita masing-masing.
Kita pasti akan malu kalau menyadari bahwa ternyata masih banyak dosa-dosa kita dibandingkan dengan kebaikan yang telah kita kerjakan.
Kedelapan, kita harus melakukan perbaikan-perbaikan dalam beramal, beribadah dan berakhlak (mujahadah). Sehingga kita akan terus bertambah kualitas ibadah kita.
Kesembilan, meyakini bahwa pamer amal adalah sesuatu yang dilarang dalam agama Islam. Bahkan masuk pada katagori syirik khofi (kecil). Pamer amal itu tidak ada manfaatnya.
Kesepuluh, bergaulah dengan orang-orang yang memiliki sifat keikhlasan. Bergaul dengan orang yang memiliki keikhlasan akan sangat membantu kita untuk menjadi orang yang ikhlas karena kita akan dapat belajar bagaimana caranya untuk memulainya dan menjaganya.
Kesebelas, terus berlatih menjadi orang-orang yang ikhlas. Ikhlas bisa dimulai dengan melakukan hal-hal sederhana dan istiqamah. Dan hanya mengharapkan balasan dan ridha Allah semata.
Allah SWT menempatkan orang-orang yang ikhlas dalam beramal dan beribadah adalah sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk Allah lainnya dan memiliki derajat yang tinggi disisi-Nya.
Rasulullah SAW bersabda, tujuh orang yang akan mendapatkan perlindungan di hari kiamat yang tidak ada perlindungan, salah satunya adalah orang-orang yang ikhlas dalam beramal.
Ikhlas menjadi syarat mutlak dalam menjalankan ibadah dan menentukan besar dan kecilnya pahala yang akan kita terima.
Wallahu ‘Alam Bishawab
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Takzim,
Dr. H. M. Sholihin, S.Ag., MPSDM (Ketua Majelis Tabligh PWM Jatim)